Minggu, 17 September 2017

7 Tips Mudah Mengamankan Jaringan WiFi

WiFi merupakan teknologi jaringan nirkabel atau tanpa kabel yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik dalam proses pertukaran data, teknologi wifi menggunakan standarisasi IEEE 802.11 yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers.

Sedangkan jaringan komputer yang mengadopsi teknologi wifi umumnya disebut dengan WLAN (Wireless LAN), yaitu sebuah jaringan local area network yang memanfaatkan dan mengimplementasikan teknologi wireless untuk menghubungkan antar perangkat yang ada didalamnya.
7 Tips Mudah Mengamankan Jaringan WiFi
Source image : www.pixabay.com

Dengan adanya wifi tentu saja memberikan kemudahan kepada user karena user yang ingin terkoneksi dan mendapatkan akses internet tidak perlu repot memasangkan kabel LAN kedalam perangkat yang digunakannya.

Namun dibalik kemudahan tersebut ternyata wifi juga sangat rentan terhadap serangan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab baik itu sekadar untuk mendapatkan akses berupa password agar dapat terkoneksi ke jaringan maupun tujuan untuk mencuri data-data penting yang dimiliki oleh user.

Cukup banyak sekali tools-tools maupun software yang biasa digunakan untuk melakukan penetrasi jaringan wifi seperti aircrack-ng, mkd3, reaver, wifite maupun tools yang lainnya.

Didalam jaringan komputer memang tidak ada satupun system yang betul-betul aman dari serangan seperti h4ck!ng maupun cr4ck!ng, namun sebagai seorang administrator jaringan tentu saja kita dituntut agar dapat mengambil langkah preventif guna mengantisipasi dan juga meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Di artikel kali ini saya akan membahas tips sederhana yang bisa dilakukan untuk mengamankan jaringan wifi baik itu di rumah, cafe, resto maupun kantor.


Cara Mudah Mengamankan Jaringan WiFi


Berikut tips sederhana untuk mengamankan jaringan wifi yang bisa sobat coba, meskipun sederhana tapi tidak bisa dilewatkan begitu saja, karena dari hal-hal sederhana inilah orang lain dapat dengan mudah membobol jaringan wifi yang kita miliki.


1. Mengubah Username Untuk Login Admin


Ini penting, setelah selesai menyeting router wifi, pastikan sobat mengubah username maupun password untuk login kehalaman menu konfigurasi, router wifi merk dan tipe apapun umunya menggunakan username dan password admin untuk login ke halaman konfigurasinya.

Apabila sobat lalai maka user lain selain administrator bisa dengan mudah mengotak atik konfigurasi yang ada didalam router.

2. Gunakan Password Unik dan Rumit


Gunakan password unik dan rumit baik itu password untuk login ke halaman menu konfigurasi maupun password wifi nya.

Password unik yang dimaksud adalah gunakan password yang tidak umum dan tidak mudah ditebak, hindari penggunaan Nama (nama sendiri, pacar, mantan), tanggal lahir, alamat rumah, alamat kantor dan lain-lain.

Password yang bagus biasanya berjumlah minimal 8 karakter dan terdiri dari kombinasi huruf dan angka, kombinasi huruf kecil dan huruf kapital maupun simbol tanda baca lainnya.

Dengan begitu, maka password sobat akan lebih aman dan tidak mudah di bobol menggunakan teknik brute force attack.

3. Mengganti Password Secara Berkala


Mengganti password wifi secara berkala merupakan salah satu langkah yang paling mainstream untuk mengamankan jaringan wifi, meskipun begitu mengganti password secara berkala sangat penting sekali, terlebih ketika jumlah user yang ada cukup banyak sehingga memungkinkan informasi password bisa bocor dari mulut ke-mulut.

4. Menggunakan Enkripsi 


Ada beberapa metode enkripsi yang terdapat pada pengaturan router wifi ketika kita men-setup jaringan wifi seperti WEP, WPA, WPA2-PSK dan WPA2-Enterprise.

WEP atau Wired Equivalent Privacy merupakan jenis enkripsi tertua yang ada saat ini, jenis enkripsi ini memiliki kelemahan dan kemudian digantikan oleh WPA (WiFi Protected Access), namun kelebihan dari WEP adalah kompatibel dengan semua perangkat.

WPA atau WiFi Protected Access merupakan salah satu metode enkripsi yang terdapat pada jaringan wifi, enkripsi ini diciptakan sebagai pelengkap enkripsi yang sudah ada sebelumnya yaitu WEP, jenis enkripsi ini lebih mutakhir dibandingkan dengan enkripsi WEP sehingga lebih sulit diretas. 

Sedangkan WPA2 adalah WiFi Protected Access versi 2, tentunya jauh lebih aman dibanding WEP maupun WPA, setiap perangkat router wifi keluaran terbaru umumnya sudah dilengkapi dengan enkripsi WPA/WPA2 baik WPA2-PSK (personal) maupun WPA2-Enterprise.

Kenapa harus menggunakan enkripsi ? setiap lalu lintas data yang terjadi pada jaringan wifi (termasuk menginput password ketika konek ke wifi) dapat di sniffing dan dibaca menggunakan software network analyzer seperti wireshark dan yang sejenisnya, sehingga orang lain akan mengetahui password wifi yang kita ketik.

Nah dengan adanya enkripsi tentu saja password yang kita ketik tidak akan mudah dibaca oleh orang lain karena sudah di enkripsi atau diacak dengan algoritma tertentu, sehingga untuk membacanya diperlukan proses dekripsi, namun apabila kita menggunakan enkripsi canggih seperti WPA2 tentu saja akan sulit didekripsi.

5. Hide SSID / Matikan SSID Broadcast


SSID (Service Set Identifier) digunakan untuk mengidentifikasikan jaringan wireless, SSID juga sering disebut dengan istilah "Nama WiFi", fungsi dari SSID adalah untuk memudahkan user mengetahui keberadaan jaringan wifi yang ada disekitarnya, setiap perangkat wireless router maupun access point pasti memiliki SSID, tujuan nya adalah agar user dapat terkoneksi ke jaringan dengan cara mengkoneksikan perangkat nya melalui SSID tersebut.

Selain agar user dapat terkoneksi ke jaringan wifi, adanya SSID juga memberikan kemudahan terhadap attacker untuk melakukan penetrasi jaringan melalui SSID yang dibroadcast, untuk meminimalisir hal tersebut kita bisa mematikan fitur broadcast SSID yang ada pada router wifi maupun access point sehingga SSID wifi tidak akan muncul ketika di baik dari Smartphone maupun Laptop.

Dengan cara hide SSID nantinya setiap user yang ingin terkoneksi harus menambahkan jaringan wifi di setiap perangkatnya secara manual, apabila user yg ingin terkoneksi tidak mengetahui SSID nya tentu saja tidak akan bisa terkoneksi.

Cara ini cukup ampuh untuk mengamankan jaringan wifi, namun tidak sepenuhnya aman karena ada software khusus yang bisa digunakan untuk men-scan SSID wifi yang di hide.

6. MAC Address Filtering


MAC Address Filtering merupakan teknik pemblokiran akses terhadap sebuah device berdasarkan MAC Address yang ada pada device tersebut.

MAC Address (Media Access Control Address) merupakan alamat fisik pada sebuah network interface card (NIC) yang diimplementasikan pada layer data-link dalam tujuh lapisan OSI Layer, MAC Address bersifat unik yang berarti device satu dengan yang lainnya memiliki MAC Address yang berbeda.

Dengan MAC Address Filtering kita bisa menentukan apakah sebuah MAC address diijinkan atau di block, kita juga bisa memblock semua koneksi dari user yang MAC Address nya tidak terdaftar, sehingga hanya user-user tertentu yang MAC Address nya dimasukkan ke whitelist saja lah yang bisa terkoneksi.

Selengkapnya mengenai metode MAC Address Filtering bisa sobat baca disini (Baca : Cara mengamankan jaringan wifi dengan MAC Filter)

7. Mematikan IP DHCP 


Cara ini merupakan cara paling ampuh menurut saya, dengan mematikan IP DHCP memang akan mempersulit ketika kita ingin terkoneksi ke jaringan wifi, karena meskipun sudah menginput password yang benar device kita tidak akan bisa terkoneksi.

Namun disitulah letak keamanannya, agar bisa terkoneksi ke jaringan wifi, kita harus menginput IP Static secara manual sesuai dengan network yang diberikan oleh router, dengan kata lain semua orang yang mencoba konek selama tidak mengetahui network IP nya maka tidak akan bisa terkoneksi.

Dengan begitu kita tidak perlu repot-repot memikirkan password wifi dibobol oleh attacker, karena meskipun si attacker mengetahui password wifi nya tetap tidak akan bisa terkoneksi selama si attacker tidak mengetahui IP Static yang harus di input nya.


Kesimpulan


Itulah 7 Tips Mudah Untuk Mengamankan Jaringan WiFi agar aman dari tindakan-tindakan eksplotasi yang sangat merugikan, seperti yang sudah saya singgung diawal, didalam jaringan komputer memang tidak ada system yang betul-betul aman dari attacker, namun setidaknya kita sebagai admin jaringan sudah berupaya melakukan pencegahan-pencegahan maupun tindakan preventif lainnya dalam mengamankan jaringan yang kita kelola.

Demikian tulisan sederhana ini, semoga bermanfaat.


Read more »

Senin, 28 Agustus 2017

Cara Mengamankan Jaringan WiFi Dengan MAC Filter

Cara Mengamankan Jaringan WiFi Dengan MAC Filter - Dengan adanya jaringan wifi, tentu saja sangat memudahkan kita untuk mendapatkan akses internet, karena jaringan wifi menggunakan teknologi wireless (nirkabel) atau biasa disebut dengan jaringan tanpa kabel, sehingga kita sebagai user akan lebih fleksibel karena dapat terhubung ke jaringan dimanapun dan kapanpun selama di area tersebut tersedia sinyal wifi.

Selain lebih fleksibel, jaringan wifi juga tidak terpaku dengan yang namanya kabel UTP, kita ambil contoh, misalnya saja disebuah kantor terdapat 50 unit PC dan Laptop, tanpa adanya jaringan wifi tentu memakan biaya lebih untuk penarikan kabel UTP dari Switch ke masing-masing PC/Laptop.

Bisa sobat bayangkan sendiri berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan. Nah, dengan adanya jaringan wifi kita tidak perlu susah payah melakukan penarikan kabel UTP ke masing-masing PC/Laptop sehingga selain lebih murah juga lebih efisien.

Namun dibalik kemudahan dan kelebihan tersebut ternyata jaringan wifi lebih rentan dari serangan h4ck3r / cr4ck3r, ini dikarenakan jaringan wifi akan mem-broadcast SSID sehingga setiap user yang masih dalam area jangakauan sinyal wifi masih bisa terkoneksi.

Celah inilah yang biasanya dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk membobol password wifi dengan berbagai cara, kalau wifi kita sudah berhasil dibobol tentu saja sangat mengganggu karena kecepatan akses internet kita akan berkurang, dan tagihan bulanan akan membengkak.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebetulnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengamankan jaringan wifi kita. Namun pada kesempatan kali ini saya hanya akan fokus membahas tutorial Cara Mengamankan Jaringan WiFi Dengan MAC Filter pada modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND.

Modem ini biasanya didapatkan ketika kita berlangganan internet dari Telk*m speedy, semua jenis modem ADSL maupun router wifi umunya sudah dilengkapi dengan fitur MAC Filter yang dapat kita konfigurasi sebagai langkah preventif untuk mengamankan jaringan wifi.


Fungsi MAC Address Filtering


Fungsi dari MAC Address Filtering adalah untuk melakukan pemblokiran akses terhadap device user baik itu PC, Laptop, Tablet maupun Smartphone berdasarkan MAC Address.

MAC Address (Media Access Control Address) merupakan alamat fisik pada sebuah network interface card (NIC) yang diimplementasikan pada layer data-link dalam tujuh lapisan OSI Layer, MAC Address bersifat unik yang berarti device satu dengan yang lainnya tidak sama.

Kenapa Harus Blokir MAC Address ?


Pertanyaan seperti ini mungkin saja muncul dibenak sobat, kenapa sih harus pakai MAC Address filtering untuk memblok akses atau koneksi sebuah device ? kenapa kita tidak memakai IP address saja ? jawabannya adalah karena MAC Address merupakan alamat fisik pada sebuah NIC yang tidak akan pernah berubah, sedangkan IP address bisa saja berubah sehingga apabila user tersebut mengubah konfigurasi IP address nya maka user tersebut tidak akan terblok.

Cara Mengamankan Jaringan WiFI dengan MAC Filter


Dengan fitur MAC Address filtering yang tersedia baik pada Modem, Router, maupun Access Point kita bisa menentukan apakah sebuah MAC Address akan kita ijinkan untuk terhubung kedalam jaringan atau kita drop.

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, pada tutorial kali ini saya menggunakan modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND sebagai bahan study kasus nya.


Untuk melakukan konfigurasi nya silahkan buka web browser, kemudian ketikkan default IP nya pada URL bar browser, untuk modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND default IP nya 192.168.1.1 apabila belum diubah.

Masukkan username dan password yang sesuai, defaultnya username admin password admin, kemudian klik menu Interface Setup ~> Wireless scroll kebawah pada bagian Wireless MAC Address Filter klik Activated untuk mengaktifkan fitur MAC Address Filter nya.

Terdapat 2 Action mode pada pada fitur MAC Address Filter nya, yaitu Deny Association dan Allow Association, apa perbedaanya ?

  • Deny Association, adalah action mode yang berfungsi untuk memblokir setiap MAC Address yang sobat input pada kolom yang tersedia, sehingga setiap MAC Address yang sobat input tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan karena MAC Address nya sudah di drop.
  • Allow Association, adalah action mode kebalikan dari Deny Association, action mode ini berfungsi untuk mengijinkan setiap MAC Address yang diinput pada kolom tersebut dan mendrop semua MAC Address yang tidak terdaftar.

Sebaiknya action mode mana yang harus saya pilih ? silahkan sesuaikan dengan kebutuhan saja sob, berikut contoh konfigurasi MAC Filter dengan action mode Deny Association dan Allow Association.

MAC Address Filter dengan action mode Deny Association.

Cara Mengamankan Jaringan WiFi Dengan MAC Filter


MAC Address Filter dengan action mode Allow Association.

Cara Mengamankan Jaringan WiFi Dengan MAC Filter

Apabila MAC Address target sudah diinput selanjutnya tinggal klik tombol SAVE untuk menyimpan konfigurasi nya, dengan begitu sobat sudah berhasil mengkonfigurasi MAC Address Filtering pada modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND.

Dari kedua action mode tersebut untuk hasil maksimal saya sarankan sebaiknya sobat memilih action mode Allow Association saja.

Karena dengan action mode tersebut Modem hanya akan mengijinkan koneksi yang berasal dari MAC Address yang sudah terdaftar saja. Sehingga MAC Address yang belum terdaftar tidak akan berhasil terkoneksi ke wifi meskipun password yang dimasukkan sudah benar.

Selain itu, dengan action mode Allow Association, sobat juga tidak perlu repot-repot mencari tahu MAC Address target dan menginputnya. 

Gimana, mudah bukan ? selamat mencoba dan semoga bermanfaat 😊


Read more »

Kamis, 27 Juli 2017

Tutorial Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point

Review Singkat Router ASUS RT-N12HP_B1


Wireless Router RT-N12HP_B1 adalah varian router dari asus yang masuk ke kategori entry-level dan menengah, saat artikel ini dipublish harga dari router asus RT-N12HP_B1 berkisar antara 500-600 ribu rupiah di toko online.

Meskipun demikian, asus sudah membekali router ini dengan spesifikasi yang lumayan mumpuni, ini terbukti dengan hadirnya 2 buah antenna dengan masing-masing power 9 dBi, selain power antenna yang besar router inipun sudah dibekali dengan teknologi 802.11n dengan frequency 2,4 Ghz yang mampu menghantarkan data rates up to 300 Mbps.

Untuk spesifikasi lengkap nya sobat bisa mengunjungi website resmi nya DISINI.

Selain spesifikasi yang lumayan mumpuni untuk kelas entry-level dan menengah, router ini juga sudah dibekali 3 mode, yaitu :

  • Wireless router mode (default)
  • Repeater mode
  • Access Point (AP) mode

Ya, selain berfungsi sebagai mode wireless router (default) router ini juga bisa kita fungsikan sebagai Repeater / Range Extender yang berguna untuk memperluas area jangkauan sinyal wifi, dan tentunya mode Access Point.

Kalau sobat belum mengetahui fungsi dari masing-masing mode tersebut silahkan baca artikel saya sebelumnya.


Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point


Balik lagi ke pembahasan, pada artikel kali ini saya akan memberikan tutorial cara setting router asus RT-N12HP_B1 sebagai mode access point, untuk urutan topology nya sendiri kurang lebih seperti ini.

Modem ONT (enable dhcp server) ~> Router ASUS RT-N12HP_B1 (AP mode) ~> end user (smartphone, laptop, notebook dan lain-lain).

Dalam mode Access Point (AP), Router ASUS RT-N12HP_B1 terhubung ke router / modem utama menggunakan kabel UTP melalui port Ethernet (bukan port Internet atau port WAN).

Apabila kita mengkonfigurasi Router ASUS RT-N12HP_B1 sebagai mode access point maka secara default fitur-fitur yang ada pada router seperti firewall, IP Sharing (DHCP Server), dan NAT akan dinonaktifkan secara otomatis. Jadi, router hanya akan berfungsi sebagai bridge saja.

Untuk tahap konfigurasinya terlebih dahulu sobat harus menghubungkan Laptop ke port Ethernet pada router menggunakan kabel UTP, kemudian buka browser dan ketikkan default IP 192.168.1.1 pada URL bar browser.

Setelah berhasil login maka akan muncul tampilan antarmuka seperti gambar dibawah, klik tombol GO untuk memulai.

Tutorial Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point

Berikutnya klik tombol Manual Setting seperti terlihat pada gambar dibawah.

Tutorial Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point

Pada menu ini kita bisa mengubah username dan password administrator yang kita gunakan untuk masuk ke halaman konfigurasi router.
Router Login Name = isi dengan username yang diinginkan
New Password = isi dengan password baru
Retype New Password = ketik ulang password baru
Berikutnya klik tombol Next.

Tutorial Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point

Disini kita akan dihadapkan pada opsi apakah router akan di set sebagai mode wireless router (default), mode repeater, atau mode access point.

Karena router akan kita setup sebagai access point maka pilih opsi Access Point(AP) mode seperti gambar dibawah, kemudian klik tombol Next lagi.

Tutorial Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point

Selanjutnya kita harus menentukan / mengisi IP address untuk interface LAN pada router nya, bisa diisi dengan IP statik yang kita dapatkan dari modem atau router utamanya, atau bisa juga kita set auto saja agar mendapatkan IP secara DHCP.

Klik tombol Next lagi untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya.

Tutorial Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point

Terakhir adalah menentukan SSID dan juga password wifi nya, kalau sudah klik tombol Apply untuk menerapkan konfigurasi yang sudah kita lakukan pada router.

Tutorial Cara Setting Router ASUS RT-N12HP_B1 Sebagai Access Point

Setelah mengklik tombol Apply seperti contoh screenshoot diatas, tunggu saja sampai proses nya selesai.

Karena router ini sudah kita setup sebagai mode access point, maka kabel UTP dari router utama / modem harus sobat pasang di port Ethernet (LAN) jangan di port Internet (WAN). 

Tujuannya adalah agar si router dapat berfungsi sebagai bridge yang hanya membroadcast sinyal wifi saja, sedangkan IP DHCP untuk user akan tetap diberikan oleh modem atau router utama.


Mudah bukan sob ? semoga tutorial sederhana ini bisa bermanfaat, silahkan share ke teman-temanmu kalau tutorial ini bermanfaat :-)
Read more »

Sabtu, 15 Juli 2017

Tutorial Cara Setting Range Extender TP-LINK TL-WA850RE

Tutorial Cara Setting Range Extender TP-LINK TL-WA850RE - Pada kesempatan kali ini saya akan memposting tutorial cara setup range extender TP-LINK TL-WA850RE, bagi sobat yang sudah sering berkecimpung di dunia per-wifi-an saya yakin sudah tidak asing lagi dengan perangkat range extender yang biasa digunakan untuk memperluas jangkauan sinyal wifi.

Bagi sobat yang masih bingung dengan jenis perangkat network yang satu ini silahkan baca postingan saya sebelumnya dengan cara meng-klik tautan berikut.


Disana saya sudah menjelaskan apa itu range extender, fungsi range extender dan juga cara meng-implementasikan range extender pada jaringan LAN.

Apabila sobat hendak membeli perangkat range extender ini, sobat bisa mendapatkan nya dengan harga sekitar Rp. 265.000,- di toko online, untuk spesifikasi lengkap nya sobat bisa mengunjungi website TP-LINK atau klik DISINI.


Tutorial Cara Setup Range Extender TP-LINK TL-WA850RE


Untuk men-setup range extender ini sobat perlu mengkoneksikan nya ke laptop menggunakan kabel UTP, kemudian setup IP address di laptop sobat dengan parameter sebagai berikut :
IP address : 192.168.0.1
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.0.254
Kalau sudah silahkan buka web browser kesayangan sobat (mozilla firefox, chrome) kemudian ketikkan IP 192.168.0.254 pada URL bar browser.

Ketikkan username dan password admin untuk login ke halaman konfigurasi range extender-nya. Setelah login maka akan muncul halaman seperti gambar dibawah ini.

Klik Next untuk melanjutkan.

Tutorial Cara Setting Range Extender TP-LINK TL-WA850RE

Disini sobat bisa mengubah Region range extender-nya, secara default Region nya akan di set ke Indonesia, kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan.

Menentukan Region wifi pada range extender

Setelah meng-klik tombol Next seperti gambar diatas maka range extender yang sobat setup akan mulai men-discovery jaringan wifi yang ada disekitar. Tunggu sampai proses discovery selesai sampai 100%.

Range extender sedang proses discovery / scanning

Setelah proses scanning / discovery selesai sampai 100% maka secara otomatis range extender akan mendeteksi SSID Wi-Fi yang ada disekitar, silahkan select SSID mana saja yang akan sobat perkuat jangkauan sinyal wifi nya menggunakan range extender. Klik tombol Next lagi.

Tutorial Cara Setting Range Extender TP-LINK TL-WA850RE

Isi password wifi yang sobat dapatkan dari router utama pada kolom Fill in the WiFi Password of your Main Router/AP.

Selain itu, sobat juga bisa menentukan apakah SSID yang akan dipancarkan oleh range extender ini sama dengan Router/AP utama atau tidak. Lihat gambar dibawah !

Kalau sudah klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Tutorial Cara Setting Range Extender TP-LINK TL-WA850RE

Kalau proses konfigurasi sudah selesai, pada halaman Review Settings akan terlihat informasi seperti dibawah.

Klik tombol Finish untuk menyelesaikan proses konfigurasi.

Tutorial Cara Setting Range Extender TP-LINK TL-WA850RE

Selesai, silahkan koneksikan device sobat (Laptop, Smartphone, Tablet) ke range extender yang baru saja selesai di setup.
Sedikit tips, pastikan range extender ditempatkan ditempat yang strategis agar range extender bisa menangkap sinyal wifi dari AP / Router utama dengan baik.

Kalau tidak, maka impact nya adalah ketika sobat terkoneksi ke range extender koneksi tidak stabil dan cenderung putus-putus.

Semoga bermanfaat.
Read more »

Minggu, 18 Juni 2017

Perbedaan Access Point dan Range Extender

Perbedaan Access Point dan Range Extender - Pada artikel kali ini kita akan belajar memahami perbedaan konsep antara wireless access point dan range extender, dengan memahami cara kerja dan konsep keduanya insyaallah akan sangat bermanfaat ketika hendak mengimplementasikan-nya pada jaringan wireless.

Artikel ini saya tulis dikarenakan masih banyak yang bingung dan menganggap bahwa access point dan range extender adalah sama, padahal konsep dan cara implementasi dari keduanya sebetulnya berbeda.

Oh ya, saya juga sudah memposting artikel perbedaan antara wireless router dan access point diblog ini yang bisa sobat baca pada link dibawah.



Pengertian, Fungsi, Implementasi Access Point dan Repeater Range Extender 


Baiklah, kita lanjutkan pembahasannya sob, pertama kita akan membahas mengenai access point terlebih dahulu, apabila sobat sudah membaca artikel saya sebelumnya yang berjudul Perbedaan wireless router dan access point maka saya yakin sedikit banyaknya sobat sudah bisa memahami apa itu access point.


Pengertian Access Point


Access Point adalah device atau peripheral dalam sebuah jaringan yang telah di konfigurasi khusus untuk memancarkan atau broadcast SSID pada sebuah WLAN (Wireless LAN), access point berfungsi sebagai pusat pemancar agar setiap client di local network bisa saling terkoneksi baik terkoneksi sesama host maupun terkoneksi ke internet.

Fungsi Access Point


Access Point memiliki fungsi yang spesifik karena fungsi nya hanya sebatas untuk mem-broadcast SSID pada jaringan berbasis WLAN (Wireless LAN) saja, konfigurasi access point biasanya di buat sebagai mode bridge.

Artinya ketika ada client yang terkoneksi ke SSID yang dipancarkan oleh access point, maka client tersebut tidak akan mendapatkan IP address dan akses internet dari perangkat access point melainkan dari wireless router.

Jadi intinya, access point tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus ada Router / Wireless Router dibelakang access point yang berfungsi sebagai pemberi IP DHCP untuk end user.

Untuk topology jaringan yang menggunakan access point bisa digambarkan seperti ini.


Contoh topology jaringan access point

Pada contoh topology diatas sudah ada Wireless Router yang berfungsi sebagai internet gateway dan tentunya DHCP Server yang sudah dilengkapi fitur WLAN (Wireless LAN). Lalu kenapa harus menggunakan access point lagi ?

Masih bingung ya sob ? Kalau masih bingung mari kita bahas cara implementasi access point pada sebuah jaringan.

Implementasi Access Point Pada Jaringan LAN


Contoh saya memiliki sebuah rumah dengan 3 lantai, dan router / wireless router utama saya tempatkan dilantai 1 sehingga user yang sedang berada dilantai 1 dan lantai 2 bisa tercover oleh sinyal wifi dan bisa internetan dengan lancar.

Permasalahan muncul ketika saya berpindah dari lantai 1 ke lantai 3 dimana dilantai 3 tidak tercover oleh jaringan wifi yang berada dilantai 1. Nah dalam kondisi seperti inilah sobat bisa mengimplementasikan atau menggunakan access point untuk mengcover user yang berada dilantai 3 agar bisa terkoneksi ke wifi tanpa hambatan.

Syarat sebuah access point bisa disebut access point adalah koneksi dari router utama ke perangkat access point tersebut harus menggunakan kabel UTP.

Gan, terus gimana kalo koneksi dari router utama ke access point nya tidak menggunakan kabel melainkan melalui wifi ?

Kalau kondisi seperti itu berarti tidak cocok disebut sebagai access point, melainkan range extender.


Pengertian Range Extender / Repeater Range Extender


Range extender atau Repeater range extender adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai wifi expander yaitu alat jaringan yang dipakai untuk memperkuat jangkauan sinyal wifi. Secara harfiah kata Repeat artinya mengulang, sedangkan Range Extend adalah memperluas jangkauan, jadi bisa diartikan bahwa repeater range extender akan mengulang atau menangkap sinyal wifi dari wireless router kemudian menyebarkannya lagi agar jangkauan sinyal wifi menjadi lebih luas.

Cara Kerja & Fungsi Range Extender / Repeater Range Extender


Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa cara kerja dari sebuah perangkat range extender yaitu akan menangkap sinyal wifi yang dipancarkan oleh wireless router kemudian memancarkannya lagi agar jangkauan sinyal wifi menjadi luas, contoh topology nya bisa dilihat pada gambar dibawah.


Contoh topology jaringan range extender

Implementasi Range Extender / Repeater Range Extender


Untuk implementasi perangkat jaringan range extender sebetulnya hampir sama dengan cara implementasi perangkat access point, namun yang membedakan antara keduanya adalah kalau access point koneksi ke wireless router atau router utamanya menggunakan tarikan kabel UTP, maka range extender justru menggunakan sinyal wifi sebagai media koneksi ke router utama nya.

Contoh tutorial konfigurasi range extender bisa sobat baca di link berikut :

Basic Setting Wireless Range Extender
Tutorial Setting Range Extender Huawei WS322


Kesimpulan


Persamaan antara access point dan repeater range extender adalah kedua perangkat tersebut biasa digunakan untuk mengekspansi jangkauan sinyal wifi pada area-area yang tidak tercover oleh sinyal wifi sehingga area-area yang tadinya tidak tercover oleh sinyal wifi menjadi tercover.

Sedangkan perbedaan antara keduanya adalah, kalau access point koneksi ke wireless router atau router utamanya menggunakan tarikan kabel UTP, maka range extender justru menggunakan sinyal wifi sebagai media koneksi ke router utama nya.

Lalu manakah yang lebih stabil ?

Dari sisi kestabilan tentu saja access point lebih unggul karena koneksi ke router utamanya menggunakan media kabel, namun apabila sobat menginginkan kemudahan installasi maka repeater range extender lebih cocok bagi sobat karena tidak perlu melakukan penarikan kabel UTP.

Semoga bermanfaat, ditunggu kritik dan sarannya di kolom komentar, sob :-)
Read more »

Rabu, 08 Maret 2017

Cara Setting Modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND Sebagai Access Point

Kali ini blog Tutor Jaringanku akan membahas tutorial tentang cara setting modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND sebagai access point, seperti yang kita ketahui bahwa modem tersebut adalah modem ADSL TP-LINK yang khusus diberikan oleh pihak telkom speedy kepada pelanggan nya. Namun sekarang teknologi ADSL sudah perlahan ditinggalkan dan beralih ke media fiber optic yang jauh lebih cepat dan stabil.

Jadi kalau sobat awalnya berlangganan internet ke telkom speedy dengan media kabel telpon dan modem ADSL tapi sudah beralih ke media fiber optic, mungkin modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND yang sobat punya tidak akan terpakai lagi, nah daripada tidak terpakai lebih baik kita alih fungsikan saja yang tadinya hanya berfungsi sebagai modem tapi kita konfigurasi ulang untuk dijadikan access point sebagai pemancar sinyal wifi.

Saya anggap sobat sudah mengerti apa itu perangkat access point beserta fungsi nya, tapi kalau belum silahkan klik berikut untuk penjelasan lebih detail nya :


Pada tutorial kali ini saya akan menunjukan kepada sobat bagaimana cara setting modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND sebagai access point, modem yang saya pakai pada tutorial kali ini adalah modem TP-LINK yang sudah di custom firmware menggunakan firmware khas telkom speedy. Karena modem ini akan di setting sebagai access point maka dhcp server nya tentu saja di disable, untuk itu kita memerlukan router dibelakang access point sebagai pemberi IP DHCP kepada user yang nanti nya akan konek.


Cara Setting Modem ADSL Sebagai Access Point


Sebelum melanjutkan ke inti pembahasan artikel ini berikut saya berikan gambaran berupa topologi jaringan yang saya pakai, dimana modem ADSL TD-W8951ND akan dijadikan sebagai access point dan di setup dengan IP 192.168.11.10 (disable dhcp) dan memiliki router mikrotik dengan IP 192.168.11.1 (enable dhcp) dibelakang access point sebagai router gateway nya.

Cara Setting Modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND Sebagai Access Point

Kalau kondisi jaringan sobat berbeda dengan contoh topologi diatas silahkan di sesuaikan. Kalau sudah, sekarang kita lanjut ke tahap konfigurasi nya, pertama reset terlebih dahulu modem nya agar setingan nya kembali ke setalan pabrik ~> kemudian koneksikan laptop ke port internet di modem menggunakan kabel UTP, ingat di port internet ya sob jangan di port yang lain.

Router TP-LINK TD-W8951ND

Kalau laptop sobat sudah di koneksikan ke modem maka secara otomatis laptop sobat akan mendapatkan IP DHCP dari modem ~> buka web browser kemudian ketikkan IP address 192.168.1.1 di URL bar browser ~> masukkan username dan password admin.

Login ke router TP-LINK

Setelah berhasil login ke halaman konfigurasi nya biasanya kita akan langsung di arahkan ke halaman Status, karena di bagian Status ini tidak ada yang harus di konfigurasi maka langung saja klik menu Interface Setup ~> LAN kemudian isi dan tentukan parameter berikut :
IP Address = 192.168.11.10
IP Subnet Mask = 255.255.255.0
Dynamic Route = RIP2-B
Direction = Both
Multicast = IGMP v2
IGMP Snoop = Enable
DHCP = Disabled
Untuk IP address nya silahkan sobat sesuaikan dengan IP address yang di dapatkan dari router. Silahkan lihat gambar dibawah untuk lebih jelas nya.

Setting IP lokal di router TP-LINK

Karena DHCP Server dari modem nya sudah kita disable, jadi otomatis laptop kita akan disconnect karena tidak mendapatkan IP address dari si modem, agar bisa konek lagi ke modem maka kita harus setting IP statik di laptop, silahkan lihat gambar dibawah untuk contoh setingan IP address di laptop nya.

Setting IP lokal di PC/Laptop

Kemudian lakukan test PING dari laptop ke IP address modem yang baru, pastikan hasil ping nya sudah reply yang mengindikasikan laptop sudah bisa terkoneksi dengan baik ke modem.
ping 192.168.11.10
Test PING ke router

Kalau dari hasil test ping sudah reply seperti gambar diatas, sekarang kita akses IP address modem yang baru yaitu 192.168.11.10 di URL bar browser, masukan username dan password admin.

Login lagi ke Router

Sekarang kita setting SSID dan password wifi nya, caranya klik menu Interface Setup ~> Wireless kemudian ganti nama wifi dengan yang sobat inginkan di kolom SSID, jangan lupa juga ganti password nya pada kolom Pre-Shared Key seperti gambar dibawah.

Ubah SSID dan password

Terakhir, kita ganti password untuk login admin nya agar tidak sembarangan orang yang konek ke wifi bisa mengakses halaman konfigurasi, cara nya klik menu Maintenance ~> Administration kemudian isikan password yang baru di kolom New Password dan Confirm Password, kalau sudah klik tombol Save.

Ubah password admin untuk login

Sampai disini semua konfigurasi nya sudah selesai, silahkan hubungkan modem TP-LINK TD-W8951ND dengan router utama, dalam contoh kali ini saya hubungkan ke router mikrotik. Scan SSID atau nama wifi nya kemudian koneksikan laptop ke wifi yang sudah selesai di setting.

Berikut contoh screenshoot kondisi laptop saya yang sudah berhasil terkoneksi dengan baik ke wifi dan sudah mendapatkan IP address dan Gateway.

Cek IP Gateway di PC/Laptop

Berikut hasil test ping dari laptop saya ke IP modem ADSL TP-LINK TD-W8951ND yang sudah saya setting sebagai access point, test ping ke IP address router utama dan test ping ke situs internet.

Kalau hasilnya sudah reply berarti konfigurasi nya sudah berjalan dengan baik dan access point siap digunakan.

Test PING untuk memastikan konfigurasi sudah berjalan dengan baik

Kesimpulan


Dengan memanfaatkan modem ADSL yang sudah tidak terpakai menjadi access point tentu saja bisa menghemat bugdet karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli perangkat access point. Oh ya, pada tutorial ini saya hanya focus membahas konfigurasi modem ADSL nya saja dan tidak membahas konfigurasi pada router mikrotik nya, jadi dengan membaca tutorial ini saya anggap sobat sudah mengerti konfigurasi router mikrotik, tapi kalau belum silahkan klik link dibawah ini sob.

KUMPULAN TUTORIAL MIKROTIK LENGKAP

Baiklah, mungkin itu saja pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan wawasan baru untuk sobat, kalau ada pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar, terima kasih.

Baca juga :
Cara menghilangkan SSID @wifi.id di di modem telkom speedy
5 Hal dasar yang harus diketahui sebelum belajar jaringan komputer
Read more »